Demokrasi Pancasila merupakan representasi dari realitas masyarakat Indonesia yang memiliki ciri beragam atau multikultural, namun tetap menempatkan budaya gotong royong dan persatuan di atas segala perbedaan. Penerapan konsep musyawarah untuk mencapai suatu mufakat yang selama ini kita kenal di masyarakat juga merupakan bukti bahwa Demokrasi Pancasila bertujuan untuk mengutamakan keselarasan, keseimbangan, dan keselamatan bangsa di atas kepentingan pribadi maupun golongan. Tantangan demokrasi di Indonesia Sejak memasuki era reformasi, konsep demokrasi semakin nyata didengungkan. Hal ini terlihat dari kebebasan pers dan kebebasan berpendapat di kalangan masyarakat dalam mengkritik pemerintah. Dicabutnya larangan ekspresi budaya Tionghoa oleh Presiden RI ke-4 Abdurrahman Wahid menandakan bahwa prinsip Demokrasi Pancasila masih diminati oleh bangsa ini. Namun di sisi lain, era reformasi juga membawa dilema untuk bangsa ini. Salah satunya adalah karena kebebasan berpendapat kerap disalahgunakan sebagai penegasan terhadap identitas kelompok tertentu atas nama mayoritas. Hal tersebut tentunya menjadi permasalahan tersendiri bagi bangsa ini dan secara potensial ini dapat mencederai hakikat Demokrasi Pancasila. Sebagai contohnya, banyak kita temukan konflik berbasis perbedaan agama dan budaya terjadi di masyarakat, maraknya ujaran kebencian terhadap kelompok minoritas, serta bermunculannya ideologi intoleran dan kejahatan terorisme. Di level pemerintahan dan politik, kondisi demokrasi di Indonesia, khususnya dari aspek supremasi hukum, juga cukup mengkhawatirkan. Salah satunya bisa kita soroti dari banyaknya tindakan pelanggaran HAM, minimnya pelibatan aspirasi publik terhadap Rancangan berbagai Undang-Undang seperti Revisi UU KPK, RKUHP, keberadaan UU ITE yang menyulitkan pejuang HAM, beberapa penerbitan Perpu yang tidak dilandaskan pada kajian yang objektif dan masih banyak lagi. Hal tersebut sangat ironis karena kedaulatan ada di tangan rakyat dan partisipasi rakyat adalah hal yang mutlak sekaligus kunci dari demokrasi itu sendiri.
Kamis, 15 Oktober 2020
Demokrasi INDONESIA Saat ini
Demokrasi Pancasila merupakan representasi dari realitas masyarakat Indonesia yang memiliki ciri beragam atau multikultural, namun tetap menempatkan budaya gotong royong dan persatuan di atas segala perbedaan. Penerapan konsep musyawarah untuk mencapai suatu mufakat yang selama ini kita kenal di masyarakat juga merupakan bukti bahwa Demokrasi Pancasila bertujuan untuk mengutamakan keselarasan, keseimbangan, dan keselamatan bangsa di atas kepentingan pribadi maupun golongan. Tantangan demokrasi di Indonesia Sejak memasuki era reformasi, konsep demokrasi semakin nyata didengungkan. Hal ini terlihat dari kebebasan pers dan kebebasan berpendapat di kalangan masyarakat dalam mengkritik pemerintah. Dicabutnya larangan ekspresi budaya Tionghoa oleh Presiden RI ke-4 Abdurrahman Wahid menandakan bahwa prinsip Demokrasi Pancasila masih diminati oleh bangsa ini. Namun di sisi lain, era reformasi juga membawa dilema untuk bangsa ini. Salah satunya adalah karena kebebasan berpendapat kerap disalahgunakan sebagai penegasan terhadap identitas kelompok tertentu atas nama mayoritas. Hal tersebut tentunya menjadi permasalahan tersendiri bagi bangsa ini dan secara potensial ini dapat mencederai hakikat Demokrasi Pancasila. Sebagai contohnya, banyak kita temukan konflik berbasis perbedaan agama dan budaya terjadi di masyarakat, maraknya ujaran kebencian terhadap kelompok minoritas, serta bermunculannya ideologi intoleran dan kejahatan terorisme. Di level pemerintahan dan politik, kondisi demokrasi di Indonesia, khususnya dari aspek supremasi hukum, juga cukup mengkhawatirkan. Salah satunya bisa kita soroti dari banyaknya tindakan pelanggaran HAM, minimnya pelibatan aspirasi publik terhadap Rancangan berbagai Undang-Undang seperti Revisi UU KPK, RKUHP, keberadaan UU ITE yang menyulitkan pejuang HAM, beberapa penerbitan Perpu yang tidak dilandaskan pada kajian yang objektif dan masih banyak lagi. Hal tersebut sangat ironis karena kedaulatan ada di tangan rakyat dan partisipasi rakyat adalah hal yang mutlak sekaligus kunci dari demokrasi itu sendiri.
Rabu, 18 Maret 2020
kasiat dan manfaat Lidah Buaya
PRODUK HERBAL
Berikut kasiat dan manfaat Lidah Buaya
Berkat Herbal-Khasiat Dan Manfaat Lidah Buaya (Aloe Vera), Lidah buaya (Aloe vera) adalah salah satu tanaman
obat tradisional yang memiliki banyak khasiat dan manfaat. Lidah buaya termasuk ke dalam suku Liliaceae, sering ditanam di dalam pot
atau halaman rumah. Kandungan dan khasiat dari Lidah
buaya sudah sejak lama diteliti, hanya saja khasiatnya belum
digunakan secara optimal. Kebanyakan orang tahu kegunaan Lidah
buaya hanya sebagai pencuci rambut atau sampo. Padahal
kandungan Lidah buaya bisa mengobati penyakit, penghalus kulit,
antibakteri, antifungi sebagai minuman dan makanan kesehatan. Bagian dari tanaman Lidah buaya yang dapat diolah menjadi
berbagai produk yaitu daun, eksudat, dan gel (Furnawanthi,
2002).
Gel Lidah buaya mengandung beberapa bahan aktif alami yang dapat berguna sebagai
antibakteri. Gel Lidah buaya mengandung Antraqunion
dan Saponin (Fumawathi, 2002). Antraquinon pada
jumlah sedikit membantu absorbsi dari saluran gastro intestinal mempunyai
efek antimikroba dan efek membunuh rasa sakit. Saponin terdapat
sebanyak 3% dari gel Lidah buaya (Aloe vera)
memiliki kemampuan antiseptik. Substansi ini bereaksi kuat
sebagai antimikroba melawan bakteri, virus, jamur, dan yeast.
Tanaman ini
bermanfaat sebagai bahan baku industri farmasi dan kosmetik. Disamping
itu juga sebagai bahan pembuatan makanan dan minuman kesehatan. Pada tahun 1977
dilaporkan dalam Drugs and Cosmetic Journal bahwa rahasia
keampuhan Aloe vera terletak pada kandungan zat nutrisinya,
yakni polisakarida (Glukomannan) yang bekerjasama dengan asam-asam amino
esensial dan sekunder, enzim oksidase, katalase, dan lipase, terutama
enzim-enzim pemecah protein (protease). Enzim protease membantu memecah
jaringan kulit yang sakit akibat kerusakan tertentu dan membantu memecah
bakteri, sehingga Aloe vera bersifat antibiotik, sekaligus
peredam rasa sakit. Sementra itu, asam amino berfungsi menyususn protein
pengganti sel yang rusak.
Cara mengolah lidah buaya menjadi masker wajah alami
Bahan-bahan:
Bahan-bahan:
2 daun lidah buaya ,setengah buah lemon
Alat yang dibutuhkan: pisau tajam, alat pemeras lemon, dan
blender.
Cara membuatnya :
Cara membuatnya :
Cuci bersih daun lidah buaya dengan air.
Potong ujung-ujung berduri di kedua sisi daun. Untuk memudahkan
poses pemotongan, Anda bisa memotong daun lidah buaya menjadi potongan-potongan
kecil.
Sayatlah dengan pisau tajam secara memanjang lapisan atas daun
sampai lendir lidah buaya terlihat.
Dengan berhati-hati, lepaskan lendir lidah buaya dari daun dengan
mengirisnya menggunakan pisau tajam atau sendok. Lalu letakkan lendir lidah
buaya di mangkuk.
Peras setengah buah lemon menggunakan tangan atau alat pemeras.
Masukkan lendir lidah buaya dan air perasan lemon ke dalam
blender. Kemudian nyalakan blender selama 1 menit.
Letakkan hasil campuran tersebut ke dalam mangkuk dan jadilah
masker lidah buaya yang siap digunakan sebagai masker pada wajah maupun rambut.
Sumber:
Langganan:
Postingan (Atom)

